Mutiara Qalbu

Artikel Umum

Artikel Islam

Kajian Islam

Online Store

Home » Artikel Umum

Kecil Jadi Kawan, Besar Jadi Lawan

Submitted by ragaxx on March 29, 2011 – 11:26 pm5 Comments

Pernahkah terpikir oleh kita bagaimana jika dunia ini tanpa api? Wah, mungkin saja kita ga bisa merasakan kelezatan makanan – makanan seperti sate, ayam bakar,dll ya..Lha orang mau dimasak pakai apa coba,,orang ga ada api. Masa sih kita mau makan mentah – mentah? Emangnya kita terkena T-Virus (orang – orang yang terkena T-Virus berubah menjadi zombie pada film Resident Evil)? Sungguh tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kegunaan api sangatlah besar bagi kehidupan manusia. Namun disamping manfaatnya yang begitu besar, api juga bisa berbalik menjadi sangat merugikan bagi kita lhow. Bila sudah tidak bisa dikendalikan lagi, maka akan berubah menjadi yang namanya kebakaran. Sebuah peribahasa nampaknya sangat cocok untuk teman kita yang satu ini, ” Kecil Jadi Kawan, Besar Jadi Lawan .”

 

Berikut di bawah ini adalah data statistik mengenai jumlah kasus kebakaran yang terjadi di DKI Jakarta:

- Pada tahun 1990 terjadi 738 kasus kebakaran
- Pada tahun 1991 terjadi 911 kasus kebakaran
- Pada tahun 1992 terjadi 654 kasus kebakaran
- Pada tahun 1993 terjadi 789 kasus kebakaran
- Pada tahun 1994 terjadi 929 kasus kebakaran

Tidak sampai di situ saja, akibat kerusuhan yang terjadi di tahun 1998 – 2000, menyebabkan jumlah kebakaran yang terjadi menjadi menggembung. Nampaknya data – data tersebut sudah cukup menggambarkan ya bahwa kebakaran itulah yang menjadi penyebab utama dari kerusakan bangunan, kematian, berhentinya proses produksi maupun kerusakan lingkungan. Untuk itulah kita perlu melakukan langkah – langkah untuk pencegahan kebakaran.

Nah, untuk melakukan usaha pencegahan kebakaran kita perlu mengetahui faktor – faktor apa sajakah yang bisa memicu terjadinya kebakaran. Dengan begitu, diharapkan si api tidak bakalan berubah menjadi besar yang dapat menjadikannya sebagai lawan kita. Namun ia akan tetap menjadi teman kecil kita yang banyak memberikan manfaat.

Oke, untuk memulainya, kita perlu meninjau berbagai jenis kelas dari sebuah kebakaran. Koq, ada kelas – kelasan segala ya..Kayak sekolah aja.. =p..Kebakaran di Indonesia sendiri dibagi menjadi 3 kelas, yaitu:

- Kelas I

Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat, misalnya kertas, kayu, plastik, karet, busa dan lain-lainnya. Media. Pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering.
- Kelas II
Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda mudah terbakar berupa cairan, misalnya bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkohol dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: pasir dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Dilarang memakai air untuk jenis ini karena berat jenis air lebih berat dari pada berat jenis bahan di atas sehingga bila kita menggunakan air maka kebakaran akan melebar kemana – mana.
- Kelas III
Kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Matikan dulu sumber listrik agar kita aman dalam memadamkan
kebakaran.

Selain dengan mengetahui berbagai jenis kategori kelas tentang peristiwa kebakaran, yang juga perlu kita ketahui untuk  upaya pencegahan kebakaran adalah tentang prinsip pemadaman kebakaran dan peralatan pencegahan kebakaran. Dengan mengetahui ketiga hal tersebut, maka selanjutnya kita harus bisa mengelola kesemuanya itu menjadi suatu sistem manajemen/pengelolaan pencegahan bahaya kebakaran.

Saatnya lah sekarang kita mulai praktek, setelah kita dari tadi hanya ngomongin tentang teori. Proses pembelajaran yang paling baik itu kan Learning by doing. Setuju kawan????!!! Bosen kan dari tadi bicara teori mulu…. =)

Kita mengambil contoh dari pengelolaan pencegahan kebakaran pada bangunan tinggi.

- Identifikasi bahaya yang dapat mengakibatkan kebakaran pada gedung itu.
- Bahan Mudah Terbakar, seperti karpet, kertas, karet, dan lain-lain
- Sumber Panas, seperti Listrik, Listrik statis, nyala api rokok dan lain-lain
- Penilaian Resiko
Resiko tinggi karena merupakan bangunan tinggi yang banyak orang
- Monitoring
Inspeksi Listrik, Inspeksi Bangunan, Inspeksi Peralatan Pemadam Kebakaran, Training, Fire Drill / Latihan Kebakaran dan lain-lain
- Recovery / Pemulihan

Akhirnya, sampailah kita dipenghujung paragraf (hlah..). Yah walaupun artikel ini masih jauh dari kata bagus dan sempurna, tapi saya berharap dengan yang sedikit ini bisa memberikan manfaat yang banyak bagi orang. Karena sebaik – baik manusia adalah manusia yang paling bisa memberikan manfaat bagi orang lain…=)..Oww iya,,jika teman – teman merasa bahwa artikel ini bermanfaat, silahkanlah berbagi informasi kepada teman – teman lainnya. Saya mengijinkan koq teman – teman untuk copas artikel ini. Namun jangan lupa ya cantumkan sumbernya..hehehe..Ayo, kita dawamkan bersama gerakan anti kebakaran. Jadikanlah api untuk tetap kecil sebagai teman kita…Jangan sekali – kali mencoba untuk menjadikannya besar sehingga akan menjadi lawan kita…

Incoming search terms:

5 Comments »

Tulis Komentar Untuk: Kecil Jadi Kawan, Besar Jadi Lawan!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.